Desa Dupok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan

KECAMATAN KOKOP, BANGKALAN

Kamis, 01 Februari 2018

Sumber Daya Manusia


Penduduk Desa Dupok sebanyak 6.168 jiwa, terdiri dari 2.965 jiwa laki-laki dan sebanyak 3.203 jiwa perempuan. Pada desa Dupok mempunyai beberapa produk unggulan antara lain:

Tabel Produk Unggulan Desa Dupok
Sejak dulu, Madura dikenal sebagai masyarakat pengrajin besi. Pekerjaan pandai besi di masyarakat Madura memang hasilnya tidak seberapa. Namun kemandirian yang dihasilkan, membuat masyarakat Madura memiliki senjata khas bernama celurit.Keahlian mereka adalah warisan leluhur sejak zaman Belanda. Sejumlah usaha pandai besi di Madura masih bertahan hingga kini. Salah satunya, milik bapak Sumirang yang berada di Dusun Julbeng, Desa Dupok, Kabupaten Kokop.
Prosesnya diawali dengan memotong bahan baku besi dan baja bekas. Setelah dipotong sesuai dengan ukuran, lempengan besi dan baja itu dibakar di tungku dan ditempa menggunakan palu gada. Bersama dua karyawannya, Sumirang berkali-kali mengayunkan palu gada dengan ritme dan kekuatan yang terukur. Ketiganya terus melakukan hal itu hingga lempengan pelat baja setebal hampir 1 sentimeter menipis.
Awal mula pembuatan sebilah celurit yaitu besi dibakar dengan arang hingga sedikit lunak, batangan besi tua tersebut kemudian dibelah dengan ditempa berkali-kali untuk mendapatkan lempengannya. Setelah memperoleh lempengan yang diinginkan, besi pipih itu lantas diperlunak lagi dengan cara dipanaskan. Untuk membuat celurit, besi pipih yang telah membara itu lalu ditempa berulang kali sampai membentuk lengkungan celurit yang diinginkan. Baru setelah itu ditajamkan bagian matanya dengan cara di gerinda menggunakan mesin.
Pekerjaan pandai besi milik bapak Sumirang tersebut juga telah menggunakan mesin blower yang digunakan untuk memompa angin ke tungku. Dan juga mesin gerinda untuk menghaluskan mata pisau celurit. Dalam seminggu, Bapak Sumirang dan dua karyawannya bisa menyelesaikan kurang lebih 50 unit celurit yang menghabiskan 10 kg besi tua. Celurit buatan bapak Sumirang dibanderol dengan kisaran harga Rp 25 ribu–Rp 300 ribu. Tak hanya dijual di daerah sekitar Madura saja, celurit tersebut juga dijual ke pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, bahkan sampai ke Malaysia.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Sumber Daya Alam

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Follow by Email