Desa Dupok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan

KECAMATAN KOKOP, BANGKALAN

Kamis, 01 Februari 2018

Sumber Daya Alam


Banyak potensi sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan pengelolaannya untuk memajukan Desa. Tata guna lahan Desa Dupok sebagian besar adalah wilayah pertanian, permukiman penduduk, pertokoan, sekolahan. Semua ini merupakan potensi bagi Desa Dupok untuk mengembangkan wilayah dan masyarakat ke arah kemajuan yang lebih berarti. Dari tata guna lahan yang paling dominan di Desa Dupok berupa pertanian,perkebunan, dan peternakan.

Tabel Luas Panen dan Produksi Hasil Pertanian

Tabel Jumlah Ternak
Share:

Sumber Daya Manusia


Penduduk Desa Dupok sebanyak 6.168 jiwa, terdiri dari 2.965 jiwa laki-laki dan sebanyak 3.203 jiwa perempuan. Pada desa Dupok mempunyai beberapa produk unggulan antara lain:

Tabel Produk Unggulan Desa Dupok
Sejak dulu, Madura dikenal sebagai masyarakat pengrajin besi. Pekerjaan pandai besi di masyarakat Madura memang hasilnya tidak seberapa. Namun kemandirian yang dihasilkan, membuat masyarakat Madura memiliki senjata khas bernama celurit.Keahlian mereka adalah warisan leluhur sejak zaman Belanda. Sejumlah usaha pandai besi di Madura masih bertahan hingga kini. Salah satunya, milik bapak Sumirang yang berada di Dusun Julbeng, Desa Dupok, Kabupaten Kokop.
Prosesnya diawali dengan memotong bahan baku besi dan baja bekas. Setelah dipotong sesuai dengan ukuran, lempengan besi dan baja itu dibakar di tungku dan ditempa menggunakan palu gada. Bersama dua karyawannya, Sumirang berkali-kali mengayunkan palu gada dengan ritme dan kekuatan yang terukur. Ketiganya terus melakukan hal itu hingga lempengan pelat baja setebal hampir 1 sentimeter menipis.
Awal mula pembuatan sebilah celurit yaitu besi dibakar dengan arang hingga sedikit lunak, batangan besi tua tersebut kemudian dibelah dengan ditempa berkali-kali untuk mendapatkan lempengannya. Setelah memperoleh lempengan yang diinginkan, besi pipih itu lantas diperlunak lagi dengan cara dipanaskan. Untuk membuat celurit, besi pipih yang telah membara itu lalu ditempa berulang kali sampai membentuk lengkungan celurit yang diinginkan. Baru setelah itu ditajamkan bagian matanya dengan cara di gerinda menggunakan mesin.
Pekerjaan pandai besi milik bapak Sumirang tersebut juga telah menggunakan mesin blower yang digunakan untuk memompa angin ke tungku. Dan juga mesin gerinda untuk menghaluskan mata pisau celurit. Dalam seminggu, Bapak Sumirang dan dua karyawannya bisa menyelesaikan kurang lebih 50 unit celurit yang menghabiskan 10 kg besi tua. Celurit buatan bapak Sumirang dibanderol dengan kisaran harga Rp 25 ribu–Rp 300 ribu. Tak hanya dijual di daerah sekitar Madura saja, celurit tersebut juga dijual ke pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, bahkan sampai ke Malaysia.
Share:

Rabu, 31 Januari 2018

Desa






Share:

Sabtu, 27 Januari 2018

Struktur Kepemimpinan Desa


Share:

Rumah Belajar_KKN 48 UTM



Pemupukan Semangat Berbagi Ilmu dengan Program Rumah Belajar



13 Januari 2018 – Langkah awal pelaksanaan program rumah belajar. Program yang dilaksanakan oleh kelompok KKN 48 tidak hanya dalam bidang sosial, tetapi juga terdapat bidang pendidikan. Program pendidikan yang dimaksud adalah Rumah Belajar. Tujuan dari program kerja rumah belajar adalah memotivasi anak usia belajar (khususnya SD dan SMP) di desa Dupok agar giat belajar dan mengatasi masalah belajar yang dialami anak-anak ketika di sekolah, seperti kesulitan memahami materi maupun penjelasan lebih detail dari pelajaran yang telah didapatkan di sekolah.
Program ini juga dilatarbelakangi oleh banyaknya anggota KKN 48 yang berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura. Maka dari itu, program rumah belajar juga dapat dijadikan sebagai ajang berbagi ilmu yang telah didapat mahasiswa selama kuliah. Bentuk kegiatan dari program ini adalah bimbingan belajar yang dilaksanakan pada hari Senin sampai Jumat setelah Isya’. Anak-anak pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut membuat target dari program ini tercapai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.



@KKN_48_UTM

Share:

Kerajinan Limbah Sampah Plastik_KKN 48 UTM



  
Kerajinan Limbah Sampah Plastik yang Cantik


Rabu, 24 Januari 2018 – KKN 48 yang bertempat di desa Dupok melaksanakan program kerja pendukung dalam bidang sosial yaitu pelatihan pengolahan limbah sampah. Program ini diharapkan dapat dijadikan kiat untuk mewujudkan kampung The Green of Clean.
Dewasa ini, sampah plastik bisa dikreasikan menjadi aneka produk kerajinan cantik yang bernilai jual tinggi di pasar. Tumpukan sampah plastik yang dulunya menjadi sumber masalah di desa Dupok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan sekarang dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis setelah diadakannya Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Produk Kerajinan Cantik.
Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk mengurangi limbah sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik yang ada di lingkungan masyarakat desa Dupok sehingga lingkungan menjadi bersih. Lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat terhindar dari berbagai masalah penyakit dan menciptakan lingkungan yang asri. Sasaran pelatihan ini adalah para ibu-ibu masyarakat Dupok yang memiliki waktu luang dan tidak bekerja, karena sebagian besar masyarakat Dupok bermata pencaharian sebagai pedagang.



@KKN_48_UTM
Share:

KKN 48 Galakkan Penghjauan Mini Sentral


KKN 48 Galakkan Penghjauan Mini Sentral Demi Lingkungan Lestari


 

Dupok – salah satu desa yang menjadi tempat dillaksanakannya KKN UTM tahun 2017/2018. Kelompok KKN yang ditugaskan di desa ini adalah kelompok KKN 48. Program kerja utama yang dilaksanakan oleh kelompok KKN 48 dalam bidang sosial, yaitu penghijauan mini sentral. Penghijauan merupakan salah satu usaha untuk mensosialisasikan kepada warga tentang bagaimana pentingnya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan banyak ditumbuhi oleh tumbuhan yang berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan tema KKN 48 yaitu The Green of Clean, artinya mewujudkan lingkungan hijau yang bersih.
14 Januari 2018, menjadi langkah awal bagi KKN 48 untuk menggalakkan proker utama ini. Bentuk kegiatan dalam pelaksanaan program ini adalah menanam bibit pohon mahoni, akasia, dan bunga pucuk merah di tempat-tempat sentral yang terdapat di desa Dupok Kecamatan Kokop, misalnya di sekolah, KUA, UPTD, dan lain sebagainya. Bibit mahoni dan akasia diperoleh dari kerjasama dengan dinas kehutanan kabupaten Bangkalan. Sedangkan bibit pucuk merah merupakan solusi pengganti bagi tempat-tempat sentral yang tidak mempunyai lahan untuk ditanami pohon mahoni dan akasia.
Program penghijauan mini sentral ini bertujuan mengelola tata ruang air dan mewujudkan kampung The Green of Clean di desa Dupok Kecamatan Kokop. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi desa yang terkesan gersang (tidak terdapat tanaman), khususnya di tempat-tempat sentral. Maka dari itu, penghijauan ini sangat diperlukan untuk menambah keasrian dan keindahan lingkungan sekitar. Kegiatan ini pun dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dari warga masyarakat beserta perangkat desa Dupok. Tanggal 26 Januari pun menjadi akhir dari pelaksanaan program ini.






Share:

Jumat, 26 Januari 2018

Contact person

Nama : Hairil (Perangkat Desa)

No. Hp : 085231656910

Share:

Kamis, 25 Januari 2018

Rumah Belajar


Share:

Rabu, 24 Januari 2018

Galery






Share:

Profil Desa


         Desa Dupok merupakan salah satu dari 13 desa yang ada di kecamatan Kokop. Pada desa Dupok terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu dusun Gelapa, dusun Lar-Lar, dusun Sumber  Sempor dan dusun Julbeng. Menurut narasumber, yaitu bapak Hairil selaku perangkat desa menyatakan bahwa konon ceritanya bermula sekitar tahun 1840-an disuatu daerah terjadi carok masal yang melibatkan ratusan pendekar diseluruh penjuru pulau Madura dan juga banyak pendekar yang tewas, sehingga mayatnya tergeletak berceceran di jalan serta orang-orang suka melakukan maksiat (berjudi, sabung ayam, berzina, dsb) sehingga ketika ada ulama yang kebetulan lewat di daerah itu maka beliau berkata “buddhunah atompok” yakni (buddhunah: rusak, atompok: bertumpuk atau berkumpul) kemudian daerah itu dikenal dengan nama Dupok sampai sekarang.
Selain itu narasumber lain juga menjelaskan asal mula dusun-dusun yang ada di desa Dupok.Pertama, asal mula dusun Gelapa. Menurut bapak Sudarisman selaku Kasi Pemerintahan menyatakan bahwa, asal mula dinamakan Dusun Gelapa yaitu karena dulu pernah terjadi “Carok” antar warga masyarakat yang disebabkan oleh perselingkuhan salah satu warga. Tragedi carok tersebut memakan banyak korban sehingga banyak mayat yang berserakan di tempat tersebut. Tempat terjadinya carok tersebut yaitu tempat yang saat ini dikenal dengan Pasar Dupok. Nama Dusun Gelapa sendiri diambil dari kata “Gelapa” yang artinya mayat yang berserakan.  Selanjutnya dusun Julbeng, narasumber menjelaskan bahwa dusun Julbeng tersebut berasal dari kata Julbeng itu sendiri, kata Julbeng memilik arti Limbah, konon ceritanya terdapat sebuah lumbang yang masih belum jelas kegunaanya. Akan tetapi dalam lubang tersebut penuh dengan limbah-limbah. Maka dari itu dengan adanya lubang yang berisi limbah tersebut, dusun tersebut dinamakan dusun Julbeng.
Selanjutnya dusun Sumber Sempor, menurut narasumber dusun sumber sempor ini diambil dari kata sumber dan sempor, sumber berarti sebuah sumber air dan sempor adalah nama pohon. Maksud dari “Sumber Sempor” adalah sumber air yang ada di bawah pohon sempor. Pohon sempornya sendiri saat ini sudah tidak ada, jadi saat ini hanya tinggal ceritanya saja. Maka dari itu dengan adanya sumber air yang keluar dari bawah pohon sempor dusun tersebut dinamakan dengan sebutan dusun sumber sempor. Selanjutnya yang terakhir yaitu dusun Lar-lar, narasumber menjelaskan bahwa dusun ini dinamakan dusun Lar-lar karena konon ceritanya dusun ini adalah dusun yang paling luas di antara dusun-dusun yang lainnya, maka dari itu dimanakan dusun Lar-lar.




Share:

Senin, 15 Januari 2018

Galeri 2






Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Sumber Daya Alam

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Follow by Email